06 Februari 2020 08:07:04
Ditulis oleh Admin Desa

Kelompok Ternak Desa PLandirejo Gelar Video Conference Dengan KEMENTAN RI

Kelompok Ternak Karya Makmur Sejati Desa Plandirejo Kecamatan Plumpang, menggelar video conference dengan Kementerian Pertanian (KEMENTAN) terkait Soft Launching Agriculture War Room (AWR). Acara yang digelar di Balai Desa Plandirejo pada hari Selasa (04/02/2020) itu, diikuti oleh sekitar 35 orang peserta, yang terdiri dari anggota kelompok ternak desa tersebut.

Penyuluh Pertanian Utama Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementerian Pertanian (KEMENTAN), Ir. sri puji rahayu,MM mengatakan, menteri pertanian Republik Indonesia memiliki angan-angan berdirinya Agriculture War Room (AWR), yaitu strategi baru untuk membangun pertanian melalui pendekatan digital dan sekaligus membawa pada Pertanian 4.0.

Tujuan dari kegiatan ini sendiri adalah untuk dapat memerangi permasalahan pertanian yang ada di Indonesia, baik yang ada di pusat maupun permasalahan yang ada di daerah. Rencananya kegiatan ini akan diresmikan langsung oleh Presiden RI pada bulan Maret mendatang, dan diharapkan kegiatan ini dapat berlangsung menyeluruh di daerah-daerah.

Dalam kesempatan tersebut PP Utama BBP2TP itu mengatakan, “acara Video Conference yang dilaksanakan oleh Kelompok Ternak Karya Makmur Sejati Desa Plandirejo Kecamatan Plumpang, bukan hanya sebatas kegiatan menonton TV belaka”.

Acara ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada para peternak yang ada di daerah, ada timbal balik yang diperoleh dari kedua belah pihak baik pemerintah maupun pihak peternak. Salah satu bentuk take and give itu adalah adanya pertukaran informasi yang diperlukan pemerintah pusat, dan informasi terkait kebutuhan para petani dan peternak serta pemangku kepentingan yang ada di daerah.

Sementara itu Ketua Kelompok Ternak Karya Makmur Sejati Desa Plandirejo, Drs. H. Maliki juga mengungkapkan keluhannya, “dalam hal ini pemerintah datang langsung dan mengetahui masalah apa yang ada di daerah”.

Salah satu kendala tersebut adalah masalah bibit dengan hasil panen yang masih belum optimal, karena waktu yang terlalu pendek sehingga hasilnya belum bisa dinikmati namun persediaan sudah habis. Seluruh masukan yang disampaikan oleh pihak kementan itu akan menjadi bahan pengkajian kembali, sehingga dapat menjadikan peternakan di Desa Plandirejo semakin lebih baik lagi kedepannya.

Dalam hal ini Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Kementerian Pertanian (KEMENTAN), juga telah menyiapkan Gerakan pembangunan pertanian yang dimulai dari tingkat kecamatan. Gerakan yang berada pada tingkat ini disebut dengan istilah Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI), dan diisi oleh para penyuluh professional.

Ir. sri puji rahayu,MM menambahkan komentarnya, “gerakan yang dimulai pada tingkat kecamatan akan menjadikan program ini semakin cepat terealisasi, karena keberaan penyuluh professional yang semakin dekat dengan masyarakat”.

KOSTRATANI ini sendiri memiliki empat fungsi yaitu sebagai pusat pembelajaran, pusat pengembangan kemitraan, pusat data dan informasi serta pusat konsultasi. Petani bisa datang langsung untuk mendapat informasi dan penyuluhan, dari para penyuluh berpengalaman yang ada pada gerakan tingkat kecamatan ini. (rus/pld)



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus